Tiga
Barangkali, memberikan luka memang berat dan memaafkan itu memang mudah. ‘Barangkali’. Karena realitanya tidak juga seperti itu. “Gelas yang pecah tidak bisa menjadi gelas lagi, membentuk semula. Saat itu juga dia hanya serpihan kaca.” Kata ibu-ibu yang gemar nonton film box office di Televisi, bukan serial Catatan Hati Seorang Istri. “Jadilah pemaaf meskipun berat. Tapi mbok ya jangan keterlaluan. Kata-kata itu hanya berlaku sekali dua kali. Tiga kali dan seterusnya pada orang yg sama itu bodoh namanya.” Lanjutnya lagi. Dia mengaduk sayur lodeh, siap matang. Kemudian menatap dengan semangat, pada gadis-gadis yang melihatnya masak sedari tadi. Niat mereka mendapat petunjuk memasak, tapi yang didapat wejangan. Mulutnya terbuka lebar, hendak berbicara lagi. “Kowe ki ngerti bodoh ra? Banyak yg bilang memaafkan berkali-kali adalah bukti kesabaran. Halah mbladus. Itu ga cerdas namanya. Manajemen hatinya kurang. Kalau tersakiti berkali-kali yowes tinggalkan. Kalau ga pingin ...