Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Tujuh

  "Orang-orang itu selalu salah persepsi," kataku suatu ketika. "Bukannya kamu yang terlalu ambigu dalam merespon semuanya? Manusia, kan, bukan tercipta dari kode morse," dia membalas sambil bersungut, menatapku tak mengerti. "Lantas aku harus bagaimana?" tanyaku kemudian. "Bilang iya jika iya, dan bilang tidak jika tidak. Lihat? Seperti sekarang. Aku bilang lapar, maka kita makan," ia menunjuk sisa separuh nasi yang dimakannya, kemudian mengedikkan bahu, "yah, tapi manusia beragam, sih, karaktermu memang begitu. Ah, tapi aku kesal sekali! Kamu itu terlalu polos, ramah sama semua orang. Belum lagi kamu sungkanan. Untuk orang seperti aku yang sudah kenal kamu tidak setahun dua tahun, aku paham niatmu. Tapi kalau mereka baru bertemu denganmu sehari? Atau bahkan sejam? Kamu pikir dunia ini dihuni orang-orang berhusnudzan semua?" Aku tergelak, "Okey, baiklah. Kenapa kamu jadi marah-marah, sih?" Lagi-lagi ia mengedikkan b...