Satu
"Pagi, piranha"
"Aku tahu"
"Kamu buru-buru"
"Aku bukan kamu"
"Aku mengikutimu"
"Terserah"
"Mau bunga?"
"Sudah ada"
"Yang ini merah muda"
"Bukan karakterku"
"Menurutmu, bukan aku"
"Itu tidak penting"
"Kamu lebih baik pegang ini daripada itu"
"Apa spesialnya?"
"Kamu akan jatuh cinta"
"Bunga?"
"Aku"
"Maumu"
"Bukan, yang lain"
"Hari ini panas"
"Kamu tidak akan bertanya?"
"Penting?"
"Tidak juga"
"Yasudah"
"Aku punya lainnya"
"Katamu tidak penting"
"Aku memandang perspektifmu. Aku berdukun"
"Oh"
"Lainnya lebih panas dari hari ini"
"Lalu?"
"Kamu tidak sibuk?"
"Kamu yang bilang aku buru-buru"
"Aku lupa"
"Itu bagus"
"Kamu tidak"
"Tidak peduli"
"Lainnya?"
"Sama"
"Coba pandang perspektifku"
"Tidak terlihat"
"Coba lagi"
"Dapat apa?"
"Hatiku"
"Ha lucu sekali"
"Aku tidak melawak"
"Aku memandangnya begitu"
"Kamu bisa memandang perspektifku"
"Tapi salah"
"Lain kali benar"
"Selanjutnya apa?"
"Aku akan melamarmu"
"Besok kalau tidak hujan?"
"Kamu bilang hari ini panas"
"Sebentar lagi hujan"
"Basi sekali"
"Tidak sebasi ucapanmu"
"Basi dengan serius"
"Serius basi?"
"Berbeda"
"Biar apa?"
"Kamu tidak suka hubungan jangka pendek tanpa kepastian"
"Kamu tahu"
"Kamu tahu alasan aku berbicara basi"
"Kamu bukan pemancing yang handal"
"Bunga ini tadi bersaksi bahwa umpanku akan segera dimakan"
"Dia tidak waras"
"Rasaku lebih lagi"
"Kamu tahu"
"Kamu juga"
"Maumu apa?"
"Ambil umpanku"
"Keuntunganku?"
"Aku melihat senyummu setiap hari. Melihatmu marah setiap hari. Melihatmu kentut setiap hari. Melihat kamu mengupil setiap hari. Makan bersamaku. Jalan berdua bersamaku"
"Keuntunganmu"
"Bagus juga untukmu"
"Itu menjijikkan"
"Jangan, aku bukan kotoran"
"Kamu lebih"
"Hei, kamu juga manusia, piranha"
"Apa?"
"Kamu tidak berhak berbicara seperti itu, meskipun kamu membenciku. Kamu bukan malaikat"
"Aku sudah punya kuliah hari ini"
"Aku harus memberitahumu, tadi kamu tidak benar"
"Tidak peduli"
"Aku akan menguliahimu setiap hari"
"Tidak akan"
"Kenapa?"
"Umpanmu kurang"
"Sudah ku beri mahar"
"Kurang"
"Kamu tidak mau coklat?"
"Pernyataannya?"
"Tidak bisa memacarimu"
"Lantas?"
"Ayo menikah"
"Ulang tiga kali"
"Ayo menikah"
"Maka kamu gila"
"Ayo menikah"
"Memuakkan"
"Kamu butuh kuliah hari ini"
"Benci bisa mengatakan segalanya"
"Segalanya belum tentu diterima"
"Apa?"
"Ucapanmu keliru"
"Tidak"
"Kamu bukan malaikat"
"Aku tahu"
"Jangan mengatakan itu"
"Bisa trauma?"
"Tentu saja"
"Maaf"
"Maaf untuk pergi?"
"Kamu tidak mau?"
"Tidak"
"Selayaknya aku pergi"
"Ya, kamu yang memulai"
"Itu dulu"
"Karena?"
"Lembaranmu sudah habis ku baca"
"Bosan?"
"Semacam lelah"
"Hampir sama"
"Bisa"
"Kamu menganggap aku buku"
"Kesalahanku"
"Jangan ucapkan itu ke orang lain"
"Siapa?"
"Bukan aku"
"Tentu saja"
"Membenci bukan berarti boleh berkata kasar, piranha"
"Aku tahu"
"Berhentilah egois"
"Ucapan perpisahan?"
"Aku tidak berharap begitu"
"Apa yang kamu harapkan?"
"Aku memandang harapanmu"
"Teruskan"
"Kamu tidak menahanku?"
"Untuk apa?"
"Umpanku sudah lepas?"
"Pancinganmu yang hilang"
"Aku akan membeli baru"
"Umpan yang sama?"
"Tidak lagi. Ikannya galak"
"Maafkan aku"
"Aku benci"
"Aku?"
"Ucapanmu tadi"
"Memang salahku"
"Aku yang memaksa"
"Kita sama"
"Bunga?"
"Perpisahan?"
"Menyakitkan"
"Sematkan saja rasa itu. Bunga ini kuat"
"Berapa lama?"
"Tiga hari"
"Kurang"
"Satu minggu"
"Tiga bulan"
"Itu lebih"
"Layu tidak secepat itu"
"Baiklah"
"Terimakasih"
"Aku juga"
"Boleh sampai jumpa?"
"Jangan, layunya akan lama"
"Ah"
"Selamat tinggal"
"Benar, selamat tinggal"
Komentar
Posting Komentar