Empat
"Aku bingung."
"Berbicara?"
"Menyapa atau tidak."
"Biasanya mudah."
"Berbicara?"
"Menyapa atau tidak."
"Biasanya mudah."
"Kamu membuat sulit."
"Haha. Aku tidak tahu."
"Aku berpikir."
"Kenapa?"
"Jalan melangkah."
"Hubungan kita?"
"Semuanya terasa asing."
"Atau sudah tidak berarti?"
"Kamu membuat sulit."
"Kamu mengulanginya."
"Hanya tidak paham."
"Tidak percaya?"
"Bisa jadi aku salah dengar."
"Aku bercanda?"
"Tidak."
"Aku berpikir."
"Jawabanku?"
"Keegoisanku tidak menerima."
"Tidak berterima."
"Kamu tak akan paham."
"Ego?"
"Aku berpikir."
"Lantas?"
"Sebulan."
"Apa itu perlu?"
"Jejakku sakit."
"Tidak pucat."
"Harus terlihat?"
"Khawatir."
"Aku mengambil karcis ini."
"Ah."
"Tidak kuinginkan."
"Ada karcis yang lain."
"Keseriusanmu tidak pernah serius."
"Kali ini sesuai."
"Sudah robek."
"Aku tidak mengatakannya."
"Tidak berarti?"
"Bingung."
"Hanya?"
"Bukan menunggu."
"Kataku menyesuaikan."
"Tidak gamblang."
"Aku sakit. Aku salah."
"Cara yang salah."
"Maumu apa?"
"Aku minta maaf."
"Akhiri saja."
"Tidak baik?"
"Tidak ada harapan."
"Tidak mungkin."
"Mungkin hilang?"
"Rasa?"
"Dunia."
"Tidak sepenting itu."
"Tidak bisa ditakar."
"Ribuan manusia di dunia."
"Sebulan membuat lelah."
"Karcis yang lain pasti."
"Tertawa?"
"Tentu saja aku akan bahagia."
"Sakit untukku di masa mendatang."
"Akhiri saja."
"Karcisnya?"
"Buang saja."
"Aku berpikir."
"Kenapa?"
"Jalan melangkah."
"Hubungan kita?"
"Semuanya terasa asing."
"Atau sudah tidak berarti?"
"Kamu membuat sulit."
"Kamu mengulanginya."
"Hanya tidak paham."
"Tidak percaya?"
"Bisa jadi aku salah dengar."
"Aku bercanda?"
"Tidak."
"Aku berpikir."
"Jawabanku?"
"Keegoisanku tidak menerima."
"Tidak berterima."
"Kamu tak akan paham."
"Ego?"
"Aku berpikir."
"Lantas?"
"Sebulan."
"Apa itu perlu?"
"Jejakku sakit."
"Tidak pucat."
"Harus terlihat?"
"Khawatir."
"Aku mengambil karcis ini."
"Ah."
"Tidak kuinginkan."
"Ada karcis yang lain."
"Keseriusanmu tidak pernah serius."
"Kali ini sesuai."
"Sudah robek."
"Aku tidak mengatakannya."
"Tidak berarti?"
"Bingung."
"Hanya?"
"Bukan menunggu."
"Kataku menyesuaikan."
"Tidak gamblang."
"Aku sakit. Aku salah."
"Cara yang salah."
"Maumu apa?"
"Aku minta maaf."
"Akhiri saja."
"Tidak baik?"
"Tidak ada harapan."
"Tidak mungkin."
"Mungkin hilang?"
"Rasa?"
"Dunia."
"Tidak sepenting itu."
"Tidak bisa ditakar."
"Ribuan manusia di dunia."
"Sebulan membuat lelah."
"Karcis yang lain pasti."
"Tertawa?"
"Tentu saja aku akan bahagia."
"Sakit untukku di masa mendatang."
"Akhiri saja."
"Karcisnya?"
"Buang saja."
Komentar
Posting Komentar