Tanpa Alasan
Sebenarnya, ketika orang-orang membenci kita tiba-tiba atau bahkan menjauhi kita tanpa alasan akan membuat kita beberapa kali lipat instrospeksi diri. "Bagian mana dari diriku yang tak disukai mereka?", "Apa yang membuat mereka menjauhiku?", "Salahku di bagian mana?" Dan pertanyaan sejenis yang selalu ramai lalu lalang setiap inci nafas.
Dan ketika disibukkan dengan pertanyaan naluriah yang membebankan (namun akan baik jika benar-benar instrospeksi), kita lupa bahwa kita adalah manusia. Iya, manusia. Bukan Malaikat.
Kita tidak diciptakan sesempurnanya Malaikat. Ah dasar kita, inginnya semua orang menyukai setiap gerak-gerik kita? Tuhan yang Maha sempurna saja banyak yang tak suka. Banyak dimaki. Banyak dihujat. Apalagi hanya kita yang seorang makhluk ciptaanNya yang lemah? Banyak orang-orang yang mencintai kita tanpa perlu memberikan alasan, pun juga kebalikannya.
Tidak perlu risau, kita pasti tahu manusia adalah tempatnya salah dan dosa. Jangan takut melangkah hanya karena cibiran iri dengki dari orang lain. Kalau memang apa yang kita lakukan adalah hal yang baik menurut Allah, maka mari terus melangkah tanpa menoleh.
Orang yang membencimu tidak butuh alasan untuk membencimu, dear. Jadi tak perlu bersedih akan hal yang sudah lalu. Eits, jangan lupa minta maaf dulu ya meskipun tidak merasa melakukan kesalahan. 😊

sudah meminta maaf. tapi penyesalannya selalu
BalasHapus